--> Skip to main content

Cara Jualan Sembako Laris Manis Tanpa Banting Harga

Jualan Sembako

Banting harga sering menjadi senjata agar sebuah warung sembako laris manis namun pertanyaannya apakah keuntungannya bisa menutupi biaya operasional warung? Tak bisa dipungkiri harga menjadi daya tarik sebuah warung sembako. Konsumen akan berusaha mencari sembako yang harganya murah karena untuk kebutuhan sehari-hari contohnya beras.

Setiap warung tentu berusaha mencari cara jualan sembako laris manis tapi tanpa harus mengandalkan banting harga. Okelah untuk harga promo mungkin masih aman karena warung juga perlu promosi salah satunya dengan banting harga.

Jualan sembako salah satu kelebihannya adalah selalu ada konsumennya jadi peluang lakunya sangat terbuka lebar. Tak heran jika kemudian banyak bermunculan warung sembako baru baik yang kecil-kecilan maupun kelas grosir. Akibatnya persainganpun tak terhindarkan jika salah strategi bisa berujung sepinya warung sembako.

Jika Anda memiliki warung sembako atau baru akan berencana membuka warung sembako ada beberapa tips yang perlu Anda ketahui agar warung sembako Anda laris manis.

Baca Juga : Rahasia Sukses Bisnis Grosir Sembako

Berikut Cara Jualan Sembako Laris Manis Tanpa Banting Harga selengkapnya :


1. Lokasi sangat menentukan larisnya warung sembako

Poin ini menurut saya cukup penting karena jika lokasinya sepi bagaimana warungnya akan laris manis diserbu pembeli? Untuk itu hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah masalah lokasi, carilah lokasi yang cukup strategis.

Umumnya konsumen warung sembako merupakan warga disekitar warung tersebut namun tidak menutup kemungkinan warga yang jauh dari warung tetap berbelanja. Untuk itu sebisa mungkin mencari lokasi yang disekitarnya padat penduduk misalnya diperumahan yang unitnya banyak.

Namun hal itu tidak cukup jika lokasi warung anda tidak didepan jalan utama atau lalu lintas warga karena konsumen akan lebih memilih warung yang mudah dijangkau.

2.Dapatkan Pasokan dari Distributor langsung

Kualitas barang tentu menjadi daya tarik pembeli untuk itu usahkan agar mendapatkan sembako dari distributor langsung sehingga kualitasnya terjamin. Jangan hanya terkecoh harga yang murah tapi ternyata barang oplosan.

Pemilihan sumber pasokan ini semakin penting untuk sembako yang bukan dari brand ternama atau tanpa merk misalnya saja produk-produk rumahan seperti gula merah, beras , telur ayam, minyak curah.

Dari sisi harga juga lebih menguntungkan jika mendapatkan pasokan sembako dari distributor langsung karena harganya bersaing dibandingkan jika sudah melalui agen terlebih dahulu.

Dengan mendapatkan sembako yang berkualitas serta harganya belinya yang murah tentunya harga jualnya juga murah dan ini akan menarik minat konsumen.

3.Pengambilan keuntungan yang bervariasi

Tak bisa dipungkiri sembako dengan harga murah lebih dicari pembeli contohnya beras, asalkan mutunya sedang dan harganya murah kebanyakan konsumen memilih yang haganya murah dari pada yang lebih mahal. Resiko jika menerapkan harga murah keuntungannya juga kecil karena dibawah harga yang umum.

Jika semua sembako harganya murah tentunya harus mampu menggenjot omset yang tinggi dan ini tentunya cukup sulit apalagi jika sudah ada warung saingan.

Cara yang paling aman adalah dengan menerapkan keuntungan yang bervariasi dari yang kecil sedang hingga tinggi.

Keuntungan yang kecil bisa coba anda terapkan pada sembako ysng sering dicari misalnya saja beras, telur ayam, Minyak goreng sedangkan keuntungan sedang bisa Anda terapkan pada sembako yang harganya sudah umum atau sudah direkomedasikan produsen sedangkan keuntungan yang maksimal bisa anda terapkan pada sembako yang jarang dibeli konsumen.

4.Suasana Warung sembako yang nyaman

Sebenarnya ini faktor non teknis namun ikut mempengaruhi omset, bayangkan jika sebuah warung ukurannya sempit sehingga ketika ada 2-3 pembeli sudah terasa sesak tentunya pembeli juga akan enggan berbelanja.

Usahakan warung ditata sedemikian rupa agar pembeli bisa nyaman berbelanja meskipun sedang ramai pembeli. Area parkir juga patut anda perhatikan karena tak jarang konsumen yang memilih berbelanja menggunakan motor misalnya saja beli beras karungan atau Air Minum kemasan galon. Usahakan nyaman dan mudah untuk parkir motor.

5.Pelayanan jangan sampai mengecewakan

Warung sembako tak bisa lepas dari pelayanan contohnya saat melayani pembeli, Menghitung belanjaan, Keramahan, Layanan antar dan lain-lain. Jika pelayananya bagus pembeli juga akan kembali berbelanja.

Jualan sembako itu akan bertemu dengan banyak orang yang kepribadiannya berbeda-beda ada yang sopan, tidak sabaran, suka nawar dan masih banyak lagi. Jika tak pandai menyikapi perilaku pembeli dengan bijak bisa saja pembeli merasa kecewa.

Prinsipnya asalkan tidak merugikan warung Anda cukup menyikapi perilaku pembeli yang mungkin  kurang mengenakan bagi anda dengan lapang dada misalnya saja pembeli yang suka banyak Tanya tapi tidak pembeli atau rewel kalau menawar.

Demikianlah Tips singkat seputar Cara jualan sembako laris manis tanpa banting harga Semoga Bermanfaat! Jika Ingin menambahkan silahkan dikomentar.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar